Sang Gerbang Ilmu

thankyou sevmaweb

Rasulullah saw  pernah bersabda, “Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah gerbangnya.”

Ketika mendengar hadits ini, golongan  Khawarij merasa dengki terhadap sayyidina Ali bin Abi Thalib. Lalu sepuluh orang pembesarnya berkumpul seraya berkata, “Masing-masing kita hendaklah menanyakan kepada Ali mengenai masalah yang sama, dan kita lihat apa jawaban berikut dalilnya. Jika ia memberikan kepada dalil yang keseluruhannya berlainan maka berarti ia benar-benar seorang alim seperti yang dikatakan Nabi.”

Mulailah salah seorang di antara mereka tampil lalu bertanya, “Wahai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu atau harta?”

Jawab Ali, “Ilmu lebih utama daripada  harta.”

Orang itu pun bertanya lagi, “Apa dalilnya?”

Dijawab, “Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah peninggalan Qarun, Syidad, Fir’aun dan orang-orang seumpama mereka.”

Kemudian orang kedua tampil dengan mengajukan pertanyaan seperti itu pula. Sayyidina Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada harta karena ilmu itu memeliharamu sementara kalau harta maka kamu yang memeliharanya.”

Tampil pula orang ketiga dengan mengajukan pertanyaan juga sama. Sayyidina Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada harta karena pemilik harta memiliki banyak musuh, sementara orang yang berilmu memiliki banyak sahabat.”

Majulah orang yang keempat dengan menyodorkan pertanyaan sebagaimana teman-teman sebelumnya. Sayyidina Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada harta karena apabila harta dibelanjakan akan berkurang, tetapi jika ilmu dibelanjakan maka akan semakin bertambah.”

Orang kelima gentian tampil dengan mengajukan pertanyaan yang sama pula. Sayyidina Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada harta karena pemilik harta dipanggil dengan sebutan kikir dan dicela, sementara orang yang berilmu dipanggil dengan nama yang disanjung dan mulia.”

Lantas orang keenam ganti maju dengan mengajukan pertanyaan yang juga sama. Sayyidina Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada harta karena harus dijaga dari pencuri, sementara ilmu tak memerlukan penjagaan dari pencuri.”

Orang ketujuh pun tampil, juga mengajukan pertanyaan yang sama. Sayidina Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada harta karena pemilik harta akan dihisab kelak pada hari kiamat, sementara pemilik limu akan memperoleh syafa’at ilmu itu kelak pada hari kiamat.”

Tampil pula orang kedelapan, mengajukan pertanyaan sebagaimana teman-teman sebelumnya. Sayidina Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada harta karena harta itu akan sirna seiring dengan berjalannya waktu, sementara ilmu tidak bisa binasa dengan berjalannya waktu.”

Orang kesembilan pun tampil, mengajukan pertanyaan yang sama pula. Sayidina Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada harta karena harta akan menyebabkan hati menjadi keras, sementara ilmu akan menerangi hati.”

Orang kesepuluh pun tampil, juga menanyakan mana yang lebih utama, ilmu atau harta. Sayyidina Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada harta karena pemilik harta mendakwa dirinya sebagai tuan, sementara pemilik ilmu mendakwa dirinya sebagai hamba.”

Lalu sayyidina Ali berkata, “Kalau pun setiap hari di sepanjang hidupku mereka menanyakan kepadaku mengenainya, niscaya aku akan memberikan dalil yang senantiasa berbeda.”

Maka kesepuluh dedengkot Khawarij ini pun akhirnya kembali kepada kebenaran Islam.

Dikutip dari buku karangan A. Choiran Marzuki

2102//2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s