Benarkah Semua Agama itu Benar?

Pernyataan semua agama benar sesungguhnya pernyataan yang kekanak-kanakan, tidak ilmiah, bahkan tidak masuk akal, dan yang lebih parah lagi bertentangan dengan Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Kebenaran itu adalah berasal dari Rabbmu, maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al-Baqarah : 147).

Allah juga berfirman tentang kebenaran Al-Qur’an (yang artinya), “Alif lam mim. Ini adalah kitab yang sama sekali tidak terdapat keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang beriman kepada perkara gaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian harta yang kami rezekikan kepada mereka. Dan orang-orang yang mengimani kitab yang diturunkan kepadamu (al-Qur’an) dan kitab yang diturunkan sebelummu serta meyakini hari akhirat. Mereka itulah orang-orang yang berada di atas petunuk dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS. Al-Baqarah: 1-5).

Dengan mencermati ayat-ayat di atas dengan pikiran yang jernih, jelas bagi kita bahwa :

[1] Kebenaran bersumber dari Allah ta’ala,

[2] Allah ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk menuju kebenaran,

[3] Al-Qur’an sedikitpun tidak boleh diragukan,

[4] Orang-orang yang dapat memetik pelajaran dan bimbingan Al-Qur’an kemudian akan bisa mengaplikasikannya di dalam kehidupan adalah orang-orang yang bertakwa; yaitu yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,

[5] di antara ciri orang yang bertakwa itu adalah mengimani perkara gaib [iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, takdir, dsb], mendirikan shalat, menunaikan zakat, membenarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada para rasul sebelum nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam –dan sekarang syariat mereka telah dihapuskan dengan syariat beliau-, dan juga mengimani hari akhirat.

Dengan memperhatikan ini saja maka tampak dengan jelas bagi kita betapa rusaknya keyakinan bahwa semua agama benar. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),

“Sesungguhnya orang-orang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik akan berada di dalam neraka Jahannam, mereka kekal di sana selama-lamanya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 6).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangannya. Tidaklah ada seorang pun di antara umat manusia ini –Yahudi ataupun Nasrani- yang mendengar kenabianku kemudian meninggal dalam keadaan tidak mau beriman dengan ajaranku kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim).

Alangkah benar sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, dan alangkah dusta apa yang dikatakan oleh mereka (yang mengatakan bahwa semua agama itu benar).

Diringkas dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s