Karena Cintaku, Cintamu, dan Cinta-Nya (1)

Tidak salah bahwa apa-apa yang mengaitkan kita tentang perihal cinta pasti jantungnya akan berdebar, matanya siap-siap untuk menangis, dan badannya berancang-ancang untuk berpura-pura menggigil. Sederet kisah tentang cinta sudah tertulis betapa banyak, dan tak lepas kisah tentang cinta setiap harinya akan semakin bertambah. Haluan cinta tidaklah pasti untuk kita ketahui, tapi pasti tiap-tiap manusia bisa mengira-ira. Pun di dalamnya cinta yang batil, yang tidak didasarkan aturan-aturan Islam, yang tidak dilandasi sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Cinta ada kalanya menyimpang, itu pun lebih banyak daripada cinta yang haqiqi. Saya, penulis, adalah salah satu korban cinta remaja yang masih dianggap remeh oleh kawula muda lainnya, termasuk sahabat-sahabat saya sendiri. Tak lebih dan tak kurang, di dalam ringkasan ini akan saya kemukakan betapa dahsyatnya cinta memperlakukan kita seperti  tak karuannya diperlakukan. Begitu pula akan diterangkan betapa manisnya cinta karena iman dan bukan karena mainan. Dan yang terakhir, saya akan menerangkan beberapa hal yang mungkin belum teman-teman ketahui dan semoga dapat memahami dan mengingat-ingatnya.

WESELEH, Cinta datang dan menyapa…

Ketika cinta datang, hati akan mengikis. Ketika cinta menyapa, mata akan menangis. Ketika cinta datang dan menyapa, aku dan kau seperti racun yang terasa manis.

Cintamu datang lebih dahulu, datangnya membuatmu sibuk. Dan kau tinggalkan kewajibanmu sebagai seorang muslim. Kau tinggalkan shalatmu yang lima waktu, tak lebih jika kau laki-laki kau tinggalkan shalat wajib berjama’ah di masjid atau mushola terdekat. Atau kau seenaknya shalat di akhir waktu. Kau jauhi sahabat-sahabat shalih, ada kalanya kau takut apabila mereka tahu bahwa cintamu telah menguasai dirimu. Kau lebih sering menatap layar handphone untuk mengirim SMS dan menelpon lawan jenis yang sedang kau gandrungi. Kau juga tak seperti dulu yang sibuk belajar, kini kau sibuk untuk meluluhlantakkan hatinya. Dan itulah kau, yang perlahan-lahan berubah karena cinta yang datang dan menyapamu itu terlalu dini untuk kau rasakan.

Sampai-sampai setiap malam kau rangkai bait-bait puisi bertema galau. Setiap kau bangun dan beranjak tidur, kau ucapkan selamat malam kepada pujaanmu. Kau benar-benar sibuk dengan urusan cintamu yang batil. Kau lakukan zina, zina mata dengan memandanginya, zina tangan dengan menyentuhnya, zina hati dengan berharap memilikinya dengan cara yang salah, dan pula dengan zina telinga, bibir, kaki, sehingga pada akhirnya kau merasa dihalalkan atas itu dengan zina kemaluan.

Aku, kau, sahabat, telah atau  sedang menjadi korban cinta remaja. Indah katanya, tapi pahit isinya. Sebuah fenomena teruntuk remaja, yang katanya siap-siap untuk melanjutkan ke ‘sesi selanjutnya’. Padahal, belum tentu semua indah pada akhirnya, terlebih buat yang memilih jalur kebatilan. Kau rasakan sekarang, kau nikmati itu, kau bahagia dan sedih karenanya, tapi masih berlangsung sampai kapan? Kau menelan cinta tanpa kau kunyah, di lambung pun hanya ‘lewat’ begitu saja, tapi kapan cintamu yang merusak itu akan hilang dari badan dan jiwamu?

Sebuah harapanmu kau ikrarkan pada pujaanmu, “Aku akan mencintaimu sampai mati!” Kau tak lelah untuk merayu manja terhadap yang kau gandrungi. Status Facebook juga kau tulisi dengan rasa-rasamu yang agar dikira pembacanya itu ungkapan cinta sejati. Kau menge-post foto-foto tentang cinta, kau menge-note tulisan-tulisan tentang kegalauanmu, dan seterusnya… Dan ini, akan berakhir sampai kapan?

Jawabannya bagiku hanya satu. Yakni ketika cintamu hilang dan tak lagi menyapa!

____

Edisi yang kedua akan bersubtitel Emang bener kata si SEMAR, …

Ananda Sevma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s