Karena Cintaku, Cintamu, dan Cinta-Nya (2)

Emang bener kata si SEMAR, …

Dialah bapak dari lakon-lakon wayang berjuluk Punakawan, Semar. Tak dapat dipungkiri dia ikut dalam peran bertema cinta. Sehingga dia berkata,

“Orang kalau lagi jatuh cinta itu susah dinasihati,”

Dan begitulah. Sekecil apapun jatuh cintanya, entah itu jatuh cinta yang pertama pada pandangan pertama ataupun jatuh cinta yang ke sekian kalinya, pasti tidak bakal mau dinasihati untuk kembali ke jalan yang utama, cinta yang afdhol, dan tuntunan yang jelas. Dalam hatinya bergumam, “What the beautiful girl she is,” atau “What the handsome boy he is,”

Mbah Semar mewanti-wanti dengan pepatahnya tadi. Benar-benar susah dinasihati. Bahasa jawanya sak karepe wudele dhewe. Dan tak jarang kita akan menemukan kisah-kisah seperti ini. Dan pastinya para remaja juga takkan bosan mendengarnya, bahkan merasakannya.

Sekarang coba kita baca sepenggal bait yang rasanya tak bagus ditinggalkan,

Mereka bilang, “Kamu tergila-gila dengan orang yang kau cintai?”

Aku pun menjawab, “Cinta buta lebih dahsyat daripada orang gila.”

Orang yang terserang cinta buta tidak akan tersadar sepanjang masa

[Al-Jawabul Kaafi 214, Darul Ma’rifah, cetakan pertama, Asy-Syamilah]

Nah, cinta buta lebih dahsyat daripada orang gila, orang yang terserang cinta buta tidak akan sadar sepanjang masa bahwa dia lebih gila daripada orang gila. Orang itu mabuk, bukan dengan kandungan alkohol yang setiap milliliter-nya merusak saraf otak, tapi orang itu sedang mabuk cinta. Kandungan cintanya yang menyimpang dari kebenaran. Sadar atau tidak, mabuknya lebih dahsyat daripada pemabuk minuman keras. Ini tentang psikis seseorang, yang hatinya dibenarkan oleh cinta remaja. Ini juga tentang masa depan seseorang, yang citanya diharapkan oleh orang tua yang membiarkan anaknya hidup di atas jalan yang menyimpang.

Kawan, yang ku inginkan adalah aku, kau, dia, kita, dan mereka selamat dari cinta yang  salah, cinta yang mengandung kedahsyatan memengaruhi otak, jiwa, dan badan. Islam mengatur segala, termasuk tentang cinta. Dan cinta akan indah pada waktunya. Yakni setelah kita punya banyak ilmu yang hasanah dan nafkah yang halal.

___

Ananda Sevma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s