BELAJAR (SECARA) KONTINU

“Aku bosan belajar, lebih baik makan saja!” “Aku ingin tidur, belajarnya besok-besok saja!” “Daripada belajar , pagi-pagi ini mending nge-game!”

Ungkapan batin di atas sering kita temui atau dengar pada sahabat kita atau orang yang lebih tua dari kita. Dan tidaklah pantas mengingkari bila ungkapan tersebut pernah ada dalam benak kita. Sadari saja! Pentingnya belajar secara terus menerus (continue) adalah hal yang susah tapi mudah untuk dilakukan.

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”  [ HR. Muslim no. 783]

An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun rutin dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, dzikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Sang Kholiq Subhanahu wa Ta’ala. Amalan sedikit yang rutin dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang sedikit namun sesekali saja dilakukan.”[Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 3/133, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah]

Termasuk dalam hal di atas adalah tentang belajar.

Salah satu alasan mengapa orang-orang dewasa berhenti belajar adalah karena kesibukan. Tugas yang menanti di tempat kerja dan tanggung jawab di rumah telah menyita penuh waktu dan energi kita. Alasan seperti itu tentu masuk di akal, tetapi bila kita bicara tentang kata sibuk, apakah ada yang sesibuk orang terkaya di dunia, Bill Gates, terutama ketika dia masih mempimpin Microsoft?

Menariknya, meski dia sudah menjadi orang terkaya di dunia, dan juga diakui sebagai salah satu orang tercerdas di dunia, Gates tetap memandang penting pembelajaran terus-menerus. Maka dia pun menciptakan “Think Week” buat dirinya. Setiap tahun, selama seminggu penuh, dia akan mengasingkan diri dan menghabiskan waktu untuk membaca buku-buku terbaru yang berkaitan dengan dunia teknologi. Setelah itu dia akan berpikir bagaimana memanfaatkan pengetahuan baru yang diperolehnya tersebut. Gates adalah contoh seorang pembelajar sejati.

Bagaimana dengan kita, yang saya yakin tidak sesibuk, sekaya, atau secerdas Bill Gates? Masih adakah alasan untuk berhenti belajar?

(sumber : http://www.itpin.com/blog/ketika-bill-gates-bertapa-satu-minggu/)

Mari, kita persiapkan diri kita dengan baik untuk meraih impian kita! Jangan sampai memiliki alasan untuk berhenti belajar!

Ananda Sevma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s