Cita-Cita

Kamu punya cita-cita? Apa saja cita-citamu? Cuma satu? Atau ada banyak?

Kamu ingin jadi presiden? Atau jangan-jangan kamu ingin jadi guru? Bagaimana dengan dokter? Mungkin lebih baik menjadi pengusaha?

Sejak kecil, kita selalu dipaksa untuk merangkai cita-cita. Orangtua dan kerabat-kerabat dekatnya (paman atau bibi) sering menanyai kita. “Kalau kamu udah besar, mau jadi apa?”

Tidak salah. Ada benarnya juga. Akan tetapi, saya memandang itu adalah suatu tekanan bagi sang anak. Para penanya seolah-olah menekankan kepada sang anak bahwa cita-cita adalah berupa profesi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) – Kamus versi online/daring (dalam jaringan), cita-cita termasuk kata benda yang berarti :

1. keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran: ia berusaha mencapai ~ nya untuk menjadi petani yg baik;

2. tujuan yang sempurna (yang akan dicapai atau dilaksanakan): untuk mewujudkan ~ nasional kita, kepentingan pribadi harus dikesampingkan.

Nah, apakah cita-cita itu hanya sebatas penekanan terhadap profesi? Tentu tidak, bukan?

Mari, kita bersama-sama bertekad untuk mengajak kepada diri sendiri, orang lain, dan (tentunya) anak-anak untuk memiliki cita-cita yang tidak lagi mematok harga pada sisi profesi, berusaha mewujudkannya segera, dan merangkai cita-cita kembali sesudah cita-cita yang lain terwujud.

Selamat malam dan sampai berjumpa kembali di esok hari yang semoga selalu cerah dan ceria.

Keep your smile and chase your dreams! ~ @sevmananda

 

Repost dari : sevmananda.tumblr.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s